Rabu, 24 Desember 2014

pemanfaatan teknologi dalam Dunia Bisnis

Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Kita telah melihat perkembangan teknologi
informasi (TI) yang luar biasa selama beberapa
dekade terakhir. Tapi sayangnya masih banyak
usaha retail atau bahkan suatu perusahaan
yang belum menerapkan teknologi informasi
agar siap bersaing di masa yang akan datang.
Dalam dunia bisnis peranan Teknologi
Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk
perbisnisan secara elektronik atau dikenal
sebagai E-Commerce (e-bisnis) atau
perbisnisan elektronik. E-Commerce adalah
perbisnisan menggunakan jaringan komunikasi
internet.
E-commerce merupakan bagian dari e-
business, di mana cakupan e-business lebih
luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi
mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis,
pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll.
Selain teknologi jaringan www, e-bisnis juga
memerlukan teknologi basisdata atau
pangkalan data (databases), e-surat atau
surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi
non komputer yang lain seperti halnya sistem
pengiriman barang, dan alat pembayaran
untuk e-bisnis ini.
E-bisnis pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1994 pada saat pertama kali banner-
elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan
periklanan di suatu halaman-web (website).
Menurut Riset Forrester, perbisnisan
elektronik menghasilkan penjualan seharga AS
$12,2 milyar pada 2003.Perusahaan yang
terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay,
Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal.
Kita bisa mengambil contoh penerapan e-
commerce ini pada perusahaan ritel yaitu
Carrefour, bagaimana Carrefour ikut
memanfaatkan internet untuk mendukung
kegiatan bisnis mereka. Carrefour memiliki web
pribadi yang berisi tentang perusahaan mereka
dan juga data-data atau produk apa yang
mereka tawarkan serta adanya informasi-
informasi seperti diskon atau promo-promo
lainnya, disamping itu juga Carrefour
menyiapkan pelayanan pesan antar bagi para
pelanggannya untuk mengakses atau
berbelanja via online. Sistem pembayaran
yang Carrefour tawarkan dengan e-commerce
hampir sama dengan pada umumnya yaitu
menggunakan credit card dan dengan
keamanan yang terjaga dan aman dari
tindakan criminal. Dengan e-commerce ini
sangatlah membantu dalam proses bisnis dan
juga bisa meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dari perusahaan dan juga bagi para pelanggan
karena kalau melihat dari sisi pelanggan
mereka tidak perlu capek-capek antri untuk
melakukan pembayaran karena cukup
melakukan pembelian via online akan lebih
praktis dan barang belanjapun bisa diantarkan
pada rumah pelanggan. Di samping itu
pelanggan juga bisa mengecek barang-barang
yang mereka cari atau yang akan dibeli melalui
web agar bisa mengetahui apakah barang
tersebut available atau tidak ketika hendak
melakukan belanja secara manual di Carrefour.
Sedangkan Dampak positif dan negative dari
suatu perkembangan teknologi adalah pilihan
di tangan kita. Selain keuntungan yang dapat
diperoleh, penggunana teknologi informasi di
beberapa perpustakaan dapat menimbulkan
masalah seperti:
· Penggunaan komputer yang bertujuan untuk
memperingan dan mempercepat pekerjaan,di
sisi lain bisa menimbulkan pengangguran,
karena beban pekerjaan semakin berkurang
dengan adanya komputer.
· Adanya kemungkinan penyalahgunaan data
untuk kepentingan pribadi. Kemudahan
pengelolaan informasi dalam bentuk pangkalan
data memberi peluang untuk memindahkan
data yang tadinya milik pribadi atau rahasia
dapat diakses oleh orang lain.
· Perlindungan terhadap hak cipta seseorang
sulit diwujudkan. Sebuah karya atau kumpulan
data dapat dengan mudah dikopi dan dimiliki
oleh orang lain tanpa seizin pemilik informasi
tersebut. Terlebih jika tujuannya digunakan
untuk mencari keuntungan pribadi.
· Ketergantungan pada komputer
menimbulkan kelemahan bila listrik mati atau
komputer terserang virus, maka data tidak
dapat diakses.
· Ketidakmampuan sumber daya manusia
dalam menguasai teknologi dapat
menimbulkan kendala dan memunculkan
anggapan bahwa teknologi justru menghambat
pekerjaan.
· Tentu tidak tiap perpustakaan harus memiliki
komputer atau menerapkan teknologi
informasi dalam pengelolaannya. Semua
tergantung pada kemampuan perpustakaan itu
sendiri dalam mengembangkan sistem
pengelolaan informasinya. Pengelolaan secara
tradisional masih dimungkinkan bila sumber
daya manusia atau dana belum mencukupi
untuk menunjang penerapan teknologi
informasi. Pada intinya besar tidaknya
perpustakaan bukan diukur dari peralatan yang
dimiliki, melainkan dari kandungan informasi
yang dimiliki dan bagaimana pengelolaannya
sehingga memudahkan pengguna untuk
memperoleh informasi sekecil dan dalam
bentuk apapun.
Ada beberapa Peran teknologi informasi bagi
sebuah perusahaan dapat kita lihat dengan
menggunakan kategori yang diperkenalkan
oleh G.R. Terry,ada 5 peranan mendasar
teknologi informasi di sebuah perusahaan :
1. Fungsi Operasional akan membuat struktur
organisasi menjadi lebih ramping telah diambil
alih fungsinya oleh teknologi informasi Karena
sifat penggunaannya yang menyebar di
seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan
manajemen teknologi informasi akan
menjalankan fungsinya sebagai supporting
agency dimana teknologi informasi dianggap
sebagai sebuah firm infrastructure.
2. Fungsi Monitoring and Control
mengandung arti bahwa keberadaan teknologi
informasi akan menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial
embedded di dalam setiap fungsi manajer,
sehingga struktur organisasi unit terkait
dengannya harus dapat memiliki span of
control atau peer relationship yang
memungkinkan terjadinya interaksi efektif
dengan para manajer di perusahaan terkait.
3. Fungsi Planning and Decision mengangkat
teknologi informasi ke tataran peran yang lebih
strategis lagi karena keberadaannya sebagai
enabler dari rencana bisnis perusahaan dan
merupakan sebuah knowledge generator bagi
para pimpinan perusahaan yang dihadapkan
pada realitas untuk mengambil sejumlah
keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang
perusahaan yang pada akhirnya memilih
menempatkan unit teknologi informasi sebagai
bagian dari fungsi perencanaan dan/atau
pengembangan korporat karena fungsi
strategis tersebut di atas.
4. Fungsi Communication secara prinsip
termasuk ke dalam firm infrastructure dalam
era organisasi moderen dimana teknologi
informasi ditempatkan posisinya sebagai
sarana atau media individu perusahaan dalam
berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi,
dan berinteraksi.
5. Fungsi Interorganisational merupakan
sebuah peranan yang cukup unik karena
dipicu oleh semangat globalisasi yang
memaksa perusahaan untuk melakukan
kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan
sejumlah perusahaan lain. Konsep kemitraan
strategis atau partnerships berbasis teknologi
informasi seperti pada implementasi Supply
Chain Management atau Enterprise Resource
Planning membuat perusahaan melakukan
sejumlah terobosan penting dalam mendesain
struktur organisasi unit teknologi
informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui
perusahaan yang cenderung melakukan
kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing
sejumlah proses bisnis terkait dengan
manajemen teknologi informasinya ke pihak
lain demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi
peranan teknologi informasi ini secara
langsung akan berpengaruh terhadap
rancangan atau desain struktur organisasi
perusahaan; dan struktur organisasi
departemen, divisi, atau unit terkait dengan
system informasi, teknologi informasi, dan
manajemen informasi.
Maka,,,,Dengan demikian seiring dengan
perkembangan teknologi yang semakin maju
ini banyak pekerjaan yang awalnya dikerjakan
oleh manusia bisa digantikan oleh teknologi
seperti yang dijelaskan sebelumnya
menimbulkan ancaman bagi para seluruh
tenaga kerja yang bukan ahli dalam konteks ini
karena posisi mereka terancam dengan
perkembangan atau kemajuan teknologi.
Sehingga timbul pertanyaan bahwa sudah
siapkah sumber daya manusia kita untuk
mengahadapi ancaman atau tantangan
tersebut di era globalisasi ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar